Jangan Mau Dikuasai Gadget

Pernahkah mendengar ungkapan bahwa gadget itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat? Sekarang ini sering sekali kita melihat pemandangan di mana dua atau lebih orang sedang berkumpul atau duduk bersama tapi tidak saling bicara. Masing-masing dari mereka asyik berinteraksi dengan gadget yang dipegangnya. Apakah kita juga seperti itu? Coba perhatikan saat kita di rumah. Apakah kita termasuk orang yang setiap kali gadget kita berbunyi maka kita langsung buru-buru menengok layar kecil pada benda tersebut, sekedar melihat apa pesan yang masuk. Padahal mungkin saat itu kita sedang bermain bersama anak, ngobrol bersama pasangan atau bahkan orang tua. Kalau Anda termasuk yang demikian, mungkin beberapa tips berikut bisa diikuti.
Gadget adalah alat bantu yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Kalau sampai kehidupan kita diatur oleh gadget, berarti ada yang salah dalam hal mengatur gadget tersebut. Gadget pintar atau smartphone sebenarnya didesain untuk bisa mudah digunakan dan diatur sedemikian rupa agar benar-benar bisa membantu penggunanya dalam berkomunikasi tanpa harus mengorbankan hak orang lain di sekitar penggunanya. Asal kita mau menggunakan fitur-fitur pengaturan tersebut, insyaAllah kita tidak akan lagi lebih diatur dan dikuasai oleh gadget kita sendiri.
Contoh pertama yang bisa kita atur adalah fitur Profile. Saat rapat atau membicarakan sesuatu yang penting dengan seseorang, ada baiknya kalau Profile kita ubah ke mode hening atau silent. Bukan mode getar atau vibrate. Karena kalau menggunakan mode getar kita masih akan terganggu kalau ada pesan yang masuk karena kita masih merasakan getarannya. Malah dengan menggunakan mode getar kita justru tidak bisa membedakan jenis pesan yang masuk, apakah SMS, BBM kalau di BlackBerry, email atau jenis pesan yang lain. Padahal kalau kita bisa mengetahui perbedaannya maka kecepatan respon kita juga bisa kita atur, seperti contoh berikutnya ini.
Membedakan suara notifikasi pesan ternyata juga bisa membantu kita untuk mengelola respon kita terhadap pesan yang masuk. Pesan yang masuk lewat BBM atau SMS biasanya akan butuh respon yang segera. Sedangkan pesan yang masuk melalui BBM Group atau email bisa kita tunda sejenak karena tergantung dari grup atau akun emailnya tentu kita juga bisa tahu pesan mana yang mesti direspon cepat atau bisa dibaca nanti, seperti email milis, misalnya. Nah, dengan membedakan notifikasi untuk SMS, BBM dan email tentu akan mempermudah kita memutuskan apakah harus segera menyambar gadget yang tergeletak di depan kita atau di dalam kantong kita atau tidak. Saya sendiri membedakan suara notifikasi di BlackBerry saya tidak hanya untuk akun email yang berbeda-beda tapi juga untuk jenis email yang berbeda, seperti email-email untuk milis, misalnya. Dengan demikian saya tidak akan buru-buru merespon kalau misalnya hanya email dari milis yang masuk atau dari BBM Group hiburan yang kira-kira tidak akan terlalu butuh untuk direspon dengan cepat. Saya juga membiasakan diri di malam hari tiap pulang kantor, supaya bisa fokus bersama keluarga, Profile BlackBerry saya ubah ke mode Phone Calls only. Asumsi saya, di malam hari tidak akan ada pesan penting yang akan masuk dan harus segera direspon. Toh kalau memang penting dan sangat mendesak pasti akan menelpon tanpa harus menunggu balasan pesan teks. Lagipula kalau sudah di rumah, yang paling penting tentu adalah keluarga. Betul, kan? Bagaimana dengan Anda?

Tag:

One Comment to “Jangan Mau Dikuasai Gadget

  1. sepakat mas rinto. Utamakan yang ada didekat kita. Jangan autis sendiri kalo lagi bertamu atau ketemu orang. Buat saya itu sama aja nggak menghargai orang di depan kita. BB toh paling isinya broadcast ga penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: