Web Service untuk Solusi Pembatasan Akses

Katakanlah kita punya sebuah website yang kita letakkan di server yang dapat diakses publik seperti web hosting pada umumnya. Kita ingin website tersebut dapat diakses orang banyak untuk menampilkan data-data yang kita miliki. Hanya saja, data-data tersebut ternyata kita simpan di dalam server database yang berada di kantor kita. Di mana server tersebut tidak boleh diakses publik. Artinya, website kita tadi yang berada di ranah publik harus dapat mengakses server database yang tidak boleh punya akses ke publik. Berarti server di database atau jaringan tempat server tersebut berada harus menyediakan akses khusus antara server di ranah publik dengan server di dalam jaringan komputer di kantor. Kita bisa saja membuka port database dan mempersilahkan website untuk mengakses langsung database tersebut. Tapi ini bukan tindakan bijaksana. Karena jika port tersebut sampai diketahui orang dan berhasil dimanfaatkan, orang tersebut dapat langsung mengakses dan mengobok-obok database dengan leluasa. Sama dengan website kita yang bisa dengan bebas mengakses data yang ada di dalamnya. Oleh karena itu sebagai antisipasi kita harus membuat pembatasan akses tidak hanya dengan membatasi server mana saja yang boleh mengakses tapi juga data mana saja yang bisa diakses dari luar. Dan di sinilah web service akan berperan.

Saya mendefinisikan web service sebagai sekumpulan fungsi program untuk melakukan pekerjaan tertentu yang dalam hal ini tentu manipulasi data – mengambil, menambahkan atau mengubah data. Bayangkan fungsi-fungsi yang biasa kita buat dalam program kita untuk melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan dapat diakses dari bagian manapun dalam program kita. Begitu pula dengan web service. Bedanya, kalau fungsi dalam program kita hanya bisa diakses dari dalam program, maka web service dapat diakses oleh program lain melalui web.

Web service inilah yang akan kita implementasikan supaya website kita dapat mengakses data dalam server database dan server database tersebut dapat tetap aman. Untuk dapat mengakses database dengan bebas, web service ini kita letakkan di dalam jaringan komputer yang sama dengan server database dan web service inilah yang akan kita buka aksesnya ke publik agar dapat diakses oleh website. Tentu, jika web service ini hanya hendak diakses oleh satu website kita saja, kita bisa membuat perlindungan ekstra dengan membatasi IP address server mana saja yang dapat mengakses web service tersebut.

Praktik penggunaan web service ini memang banyak digunakan untuk penyediaan data ke publik. Seperti Yahoo yang menyediakan web service agar publik dapat mengakses layanan-layanan Yahoo. Jadi publik dapat mengakses data-data yang dimiliki Yahoo tanpa harus menjamah database Yahoo secara langsung.

Bagaimana, tertarik mengimplementasikan web service di tempat Anda?

3 Komentar to “Web Service untuk Solusi Pembatasan Akses”

  1. mohon sharing nya mas, bagaimana membuat perlindungan ekstra dengan membatasi IP address yang masuk ke web server kita

  2. ada tutorialnya gak misal web service ini diimplementasikan pada delphi 7?

    • saya belum pernah bikin web service menggunakan delphi7. tapi kalau di .net sudah ada template project untuk web service. namun secara sederhana web service bisa diimplementasikan seperti membuat sebuah website, yaitu dengan membuat sebuah script (bisa dengan PHP, ASP, JSP atau yg lain) yg bisa diakses/dipanggil melalui browser web.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: