MVC Memudahkan Perubahan Source Code

Menggunakan pola MVC (Model View Controller) ternyata mempermudah jika ada perubahan source code. Coba lihat kode PHP berikut ini. Ada tiga file PHP, yaitu model.php, controller.php dan view.php. Plus satu lagi index.php untuk file default yang akan dipanggil.

model.php

function dbconnect() {
$con = mysql_connect("localhost","root","123");
if (!$con) {
die('Could not connect: ' . mysql_error());
} else {
mysql_select_db("mydb");
}
}
function dbquery($query) {
dbconnect();
$result = mysql_query($query);
$obj = mysql_fetch_object($result);
return $obj;
}

view.php

function render( $title, $content ) {
?>
<html>
<head><?php echo $title; ?></head>
<body>
<?php
foreach ($content as $row) {
echo $row->name.”<br/>”;
}
?>
</body>
</html>
<?
}

controller.php

include "model.php";
include "view.php";

$content = dbquery(“SELECT id,name FROM tbl_member”);
render( “MVC”, $content );

Contoh di atas adalah contoh pola MVC sederhana untuk menjelaskan pemisahan model, view dan controller. Kenapa dikatakan mudah jika menggunakan pola ini? Coba perhatikan source code di atas. Koneksi dan akses database semua ada di file model.php, semua kode html untuk masalah tampilan ada di view.php dan untuk menentukan data apa yang akan ditampilkan ada di controller.php.

Bayangkan jika suatu saat kita ingin mengubah penggunaan database dengan tak lagi menggunakan MySQL. Maka kita cukup mengubah di bagian model saja. File yang lain tidak perlu berubah dan dapat tetap menggunakan fungsi query().

Bayangkan lagi jika kita ingin mengubah hanya layout-nya saja. Maka kita cukup mengubah file view.php saja. Tanpa perlu khawatir mengganggu source code koneksi database apalagi mengubah source yang bagian mengolah logika untuk mengolah data. Bisa pusing tuh kalau sampai berantakan. Dengan memisahkan file layout ini kita juga bisa dengan mudah mengubah-ubah tampilan tanpa perlu menyesuaikan source code utama.

Nah, terakhir, bayangkan kalau yang butuh diubah hanya logika pengambilan dan pengolahan data. Kita bisa mengubah-ubah file controller.php saja tanpa perlu mengutak-atik tampilan.

Mudah, bukan? Contoh di atas tentu hanya contoh yang sangat sederhana dan masih sangat mentah untuk bisa dipakai. Kalau memang ingin mengimplementasikan MVC menggunakan PHP saya menyarankan untuk menggunakan framework yang sudah matang seperti CakePHP, CodeIgniter, QCodo, dsb. Karena dengan menggunakan framework yang sudah matang kita tidak akan dipusingkan lagi masalah hubungan antara Model, View dan Controller. Ditambah lagi framework yang sudah matang pastilah sudah sangat rapi penataan source code-nya. Jadi pasti akan lebih mudah lagi kalau harus melakukan perubahan atau pemeliharaan.

Selamat mencoba.

2 Komentar to “MVC Memudahkan Perubahan Source Code”

  1. wah keren nih jadi penasaran pingin Koding pake MVC

  2. keren om implementasinya, walaupun pake yang implementasi sederhana tapi langsung kena maksudnya…. sip lah, kebetulan saya lagi butuh buat tes kerja(takut ditanyain) ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: