Mengoptimalkan Layar Monitor

Kata ustad, sifat zuhud atau merasa cukup itu tidak hanya dengan menahan diri untuk tidak memiliki sesuatu yang bagus. Tapi dengan memiliki yang bagus pun kita juga bisa bersikap zuhud, yaitu dengan mengoptimalkan apa yang sudah (terlanjur) kita punya. Sebelumnya saya sudah merasa cukup dengan monitor 14″ atau setidaknya 15″. Asalkan bisa memiliki resolusi 800×600 atau 1024×768. Tapi sekarang, di kantor maupun di rumah, PC saya menggunakan monitor 17″. Memang sih tidak sekali saya berangan punya monitor yang besar. Dengan itu saya bisa mendesain di Photoshop dengan enak. Kanvas berukuran besar dan tools di kanan-kiri tanpa perlu menyesaki layar. Tapi ternyata tidak hanya itu manfaat punya monitor luas. Ini juga baru saya sadari setelah beberapa bulan memakai monitor ganda di kantor.

Ya, di kantor, saya dan seorang manajer lain sempat pernah dapat masing-masing dua monitor. Ini juga tidak sengaja karena kebetulan ada monitor nganggur di kantor. Akhirnya, monitor ganda itu kita manfaatkan dengan baik. Monitor dengan spesifikasi yang lebih rendah (maks. 800×600) kami gunakan sebagai monitor sekunder. Di situ kami tampilkan Outlook, Yahoo Messenger dan Pandion, IM client lain untuk komunikasi internal kantor. Cukup efektif dan memudahkan pekerjaan. Karena dengan begitu setiap ada pesan masuk maka mouse tidak perlu menari-nari memindahkan tampilan window. Cukup lirik ke monitor sekunder, pesan langsung terlihat. Pesan yang tidak penting bisa langsung diabaikan.

Selain itu monitor sekunder juga berguna untuk copy-paste atau menulis atau mendesain dengan referensi yang juga ada di file komputer. Repot kan kalau harus bolak-balik pindah window untuk copy-paste atau melihat referensi. Nah, monitor ganda memudahkannya, karena referensi bisa diletakkan di monitor sekunder.

Nah, sekarang jamannya monitor besar atau malah widescreen, sama enaknya. Setelah tidak lagi menggunakan dobel monitor dan kembali ke single monitor 17″, awalnya saya memperlakukan monitor tersebut seperti monitor biasa. Tapi lama-lama saya sadar juga, bahwa monitor besar bisa diperlakukan juga seperti monitor ganda. Apalagi saya selalu setting resolusi layar dengan 1280×1024. Artinya, sebenarnya masih cukup luas bidang monitor untuk diisi apa saja. Masih bisa dianggap dobel monitor. Bayangkan kalau kita benar-benar pakai monitor 21″, misalnya.

Nah, sekarang ini hampir tidak pernah saya membuka penuh window (maximize) kalau tidak untuk desain dengan Photoshop atau Corel Draw!. Window selalu saya perkecil agar bidang lain bisa diisi window lain. Apalagi kalau bukan YM dan Pandion (Instant Messaging). Saya jadi tidak kehilangan fokus kalau ada pesan masuk dan bisa langsung mengabaikan pesan-pesan yang tidak perlu langsung dibalas. Mengetik atau melakukan sesuatu yang membutuhkan referensi juga jadi lebih mudah karena file bisa dipampang di sebelah window yang sedang kita pakai bekerja. Bekerja jadi bisa lebih cepat dan efisien!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: