Hosting di Komputer Pribadi

Ingin hosting, tapi tidak menemukan hosting gratis yang cocok atau sewa hosting bukan pilihan? Atau cuma ingin mengetes website yang baru kita bikin, bagaimana caranya supaya teman atau mungkin klien kita ingin melihatnya? Kita bisa menggunakan komputer pribadi yang biasa kita pakai di rumah untuk berinternet, lho🙂 !

Caranya gampang sekali. Yang jelas kita harus punya web server di komputer kita. Yang biasanya bikin web pakai PHP atau ASP pasti sudah familiar dengan Apache atau IIS. Installnya juga sangat mudah.

Nah, kalau sudah punya web server yang berjalan baik, sisanya sangat mudah. Kalau Anda konek internet pakai dial-up, tinggal lihat di pojok kanan bawah yang biasanya diklik kalau mau disconnect. Lihatlah di bagian properties, di situ akan terlihat alamat IP komputer kita yang berformat XXX.XXX.XXX.XXX. Karena kita tidak punya nama domain, angka-angka itulah yang akan menjadi alamat web kita. Cobalah teman Anda di tempat lain untuk membuka alamat berupa angka-angkat tersebut di browsernya.

Kalau Anda pakai Speedy, prosesnya sedikit lebih rumit, karena komputer kita sebenarnya tidak terhubung langsung ke internet, melainkan harus melewati modem ADSL yang berfungsi sebagai router. Beda dengan koneksi dial-up yang komputer kita langsung terhubung ke internet di mana orang lain yang terhubung ke internet bisa langsung ‘melihat’ komputer kita. Maka kalau kita terhubung melalui modem ADSL maka kita harus setting dulu modem tersebut supaya orang lain bisa melihat komputer kita juga.

Caranya sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Saya sudah lihat, setidaknya di tiga merk modem, mulai dari yang merk sudah dikenal seperti Prolink (yang dipakai di kantor saya), sampai merk yang masih asing di telinga seperti Billion yang dipakai di rumah. Semua tersedia fitur Virtual Server atau Port Redirection. Kalau tadi pakai dial-up maka komputer kita bisa punya IP yang bisa diakses melalui internet, kalau kita pakai modem ADSL, maka yang dapat nomor IP (yang bisa diakses dari internet) tersebut adalah modemnya dan bukan komputer kita. Jadi komputer kita tidak bisa langsung diakses dari internet. Tapi kita harus setting dulu di bagian Virtual Server atau Port Redirection di modem ADSL.

Biasanya akses setting modem ADSL bisa dilakukan melalui browser. Kalau modem Billion, biasanya di http://192.168.1.254. Kalau di modem lain bisa bervariasi. Bisa dilihat di buku manual atau tanya langsung sama vendor-nya. Jangan lupa tanyakan juga login dan passwordnya untuk masuk ke bagian admin setting modem tersebut.

Kalau sudah masuk, cari bagian setting Virtual Server atau Port Redirection. Di bagian tersebut biasanya kita bisa menambahkan setting redirection lebih dari satu. Kalau Anda cukup paham networking, komputer kita tidak hanya bisa untuk web server yang bisa diakses dari internet, tapi juga bisa jadi FTP Server, Mail Server dan bahkan bisa diakses melalui Telnet atau SSH. Nah, setting dasar yang dibutuhkan biasanya hanyalah Start Port, End Port, dan Local IP Address. Kalau di Prolink ada satu isian Port lagi. Isilah semua field Port dengan nilai yang sama. Dalam hal ini, karena untuk web server, isikan dengan nilai 80. Lalu isikan bagian Local IP Address atau semacamnya dengan alamat IP komputer kita. Lihatnya di mana? Di pojok kanan bawah di icon berupa dua komputer bertumpuk yang biasanya muncul balon kuning ‘Local Area Connection Connected’. Klik dua kali, muncul Local Area Connection Status, klik tab Support dan di situ tampak IP address komputer kita berapa. That simple.

Setelah setting Virtual Server di modem ADSL tersimpan, biasanya kita akan diminta untuk merestart modem kita. Biasanya sih di admin di browser itu juga ada tombolnya. Tinggal klik dari situ. Done! Kalau sudah, coba minta teman kita yang lagi online untuk mengakses web kita. Oiya, alamat IP yang harus mereka akses adalah alamat IP Address yang tertera di modem ADSL di area admin tadi. Biasanya ada di bagian Status WAN.

Pusing menghafalkan nomor IP? Apalagi karena IP Address yang kita dapatkan adalah IP Dinamis atau selalu berubah setiap kali memulai koneksi internet. Masih ada solusi lain. Sekarang di internet banyak juga yang melayani pemetaan alamat domain ke IP Address dinamis. Jadi meskipun alamat IP komputer kita selalu berubah, nama domainnya bisa tetap sama. Salah satunya adalah dyndns.com atau Anda bisa cari alternatif lain di Google dengan keyword ‘dynamic dns service’. Kita tinggal daftarkan alamat IP kita saat itu apa dan memilih alamat domain yang tersedia. Dan dengan langganan berbayar kita bisa mendaftarkan alamat domain kita sendiri untuk diarahkan ke komputer kita di rumah. Mudah, bukan?🙂 Selamat mencoba!

13 Komentar to “Hosting di Komputer Pribadi”

  1. mas saya belom pernah buat website, harus dimulai dari mana ya..?
    untuk bisa buat website pribadi.

    nah kalau hosting nya dari komputer sendiri, apakah bisa buat gudang file yg lain waktu dan tempat bisa kita ambil melalui komputer kt tadi.

    thx
    _ajeijus

  2. ingin buat website yang seperti apa? blog, foto atau sekedar profil pribadi? berminat bisa programming web atau sekedar ingin punya web? karena sekarang banyak hosting gratis yang menyediakan fasilitas website builder untuk tipe2 website umum. nah, kalau memang ingin bisa programming bisa dimulai dengan belajar kode2 html, javascript dan css. dan nanti kalau mau lebih advanced belajar php.
    hosting di komputer rumah sebenarnya tidak terlalu direkomendasikan untuk keperluan permanen. karena tentu kurang handal, terutama di faktor koneksi internet. website kita pasti akan sulit diakses oleh orang lain karena lokasinya yg jauh dan kapasitas koneksi yg tidak terlalu besar. jadi, hosting di komputer pribadi lebih pas digunakan hanya untuk keperluan tes aja.

  3. saya menggunakan modem ADSL, tapi sebelum konek ke komputer saya pakai dulu mikrotik, nah setting bagaimana ?
    COZ tadi mas ngejelasinya setting modem saja, terus modem saya merknya LINKSYS.

  4. mas, saya pengen menjalankan program aplikasi yang ada dikantor melalui rumah dengan menggunakan telkomspeedy. bagaimana caranya ya. tolong dibantu.
    Catatan : kantor dan rumah sama-sama apply speedy. tetapi saya berlangganan speedy yang ipnya dynamic bisa ga?

  5. aresave:
    Saya belum pernah pakai mikrotik. Tapi kira2 di mikrotik memang harus disetting juga port redirectionnya. Kecuali dari modemnya sudah bisa langsung mengarahkan ke IP komputer yg dituju.

    ERWIN:
    hmmm.. aplikasi apa itu, yah. paling gampang aplikasi di kantor dibikin versi web-based aja jadi bisa diakses melalui web🙂

  6. saya masih belum ngerti cara cari IP Address….

  7. Mas saya dirumah pakai koneksi fastnet 384 menggunakan modem yang dari Firsmedia. Gimana cara settingnya agar website saya bisa diakses dari internet?

  8. Saya kurang tahu untuk koneksi Fastnet dari Firstmedia apakah kita akan mendapatkan IP Public. Tapi sepertinya sih tidak. Jadi modem/komputer kita tidak bisa diakses dari internet. Jadi mending mbak cari hosting gratisan saja atau sewa hosting kecil2an sekarang banyak kok yang murah.

  9. Trim’s atas responya Mas n Nyambung nih,
    IP public sudah saya dapatkan walaupun mungkin itu IP dynamic. Saya sudah coba ping dari kantor dan reply-nya bagus sekali. Tapi pada saat saya telnet atau menjalankan aplikasi web yang ada pada komputer tersebut nggak bisa.

  10. teng kyu mas, artikel yang informatif…

    oh ya, kalo buat modem 3G bisa ngga ya mas, yang saya tahu modem 3G itu IP nya dari DHCP jadi suka berubah-rubah..

    Gimana tuh??

  11. sory pak mau nanya gmana caranya buat vpn, saya menggunakan software openvpn

  12. bagus banget mas..!
    Tapi saya mpengen tahu lebih jauh lagi nih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: