Lima Inovasi IBM untuk Lima Tahun ke Depan

“This five innovations will change how people around the world work, play, and live over the next five years.”(ibm.com)

Memulai tahun 2007, IBM memperkenalkan lima inovasi yang dikatakan akan merubah cara hidup kita untuk lima tahun ke depan. Kelima inovasi yang diberi nama Next Five in Five ini adalah merupakan prediksi IBM bahwa dalam lima tahun ke depan :

  • Kita dapat mengontrol dan memeriksakan kesehatan kita dari jauh, dari mana saja di seluruh dunia.
  • Penerjemahan bahasa tersedia secara real-time. Yang dulunya hanya berupa impian fiksi ilmiah (science fiction) real-time translation ini nantinya akan benar-benar terwujud. Berbicara dengan orang dengan bahasa yang berbeda, tinggal menggunakan alat ini. Dia akan langsung menerjemahkan apa yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
  • 3D internet. Browsing dengan tampilan 3D. Menelusuri gang di toko-toko virtual dan berinteraksi dengan lebih nyaman di internet.
  • Teknologi untuk penanganan lingkungan. Pengelolaan air yang lebih baik dan penggunaan energi matahari yang lebih efektif dan optimal.
  • Handphone yang bisa ‘membaca’ pikiran kita. Perangkat genggam yang lebih mengerti apa mau kita dan langsung berinteraksi dengan perangkat lain untuk memenuhi kebutuhan kita.


Dari lima inovasi tersebut, awalnya ada dua yang langsung membuat saya tersentak, yaitu mengenai healthcare dan tentang mobile devices. Karena dua hal tersebut memang sudah sering jadi bahan pembicaraan saya dengan rekan-rekan kerja, terutama yang fokus pada pengembangan mobile application. Dan bahkan juga dengan istri saya, seorang akademisi di bidang Biomedial Engineering yang memiliki pengalaman dengan telemedicine. Tapi setelah saya membaca lebih detil lagi rilis IBM tentang lima inovasinya (lihat di sini) saya jadi semakin kagum. Ternyata inovasi tentang real-time translation dan 3D internet juga menyinggung ranah healthcare. Dan yang tentang healthcare pun terkait dengan inovasi wireless technology, teknologi utama dari mobile devices.

Isu telemedicine sebenarnya sudah lama terdengar di dunia akademis. Bahkan di Jepang, teknologi ini sudah diterapkan. Dengan tele-home-care, pasien tidak perlu datang ke rumah sakit. Perlengkapan untuk pengecekan dan pemantauan kondisi tubuh sudah tersedia di rumah dan terkoneksi langsung dengan rumah sakit. Di mana para perawat dan dokter-dokter ahli selalu memantau perkembangan pasien. Dan dengan sebuah ambulans yang dilengkapi perangkat telemedicine (ini sudah diimplementasikan di India), penanganan pasien darurat bisa langsung ditangani oleh-oleh dokter-dokter tanpa harus datang lokasi. Bahkan tidak harus berada di kota atau benua yang sama dengan pasien! Dan teknologi ini juga memungkinkan dokter-dokter spesialis dari beberapa rumah sakit (sekali lagi, tidak harus di kota atau benua yang sama) untuk berkolaborasi menangani seorang pasien dengan kasus yang berat.

Di bidang mobile devices (handphone, smartphone, PDA, dll), IBM bekerjasama dengan grup telekomunikasi terbesar di Norwegia tengah menguji coba teknologi yang memungkinkan perangkat mobile dan jaringan untuk merekam kebiasaan pengguna selama beraktivitas, bekerja, dan melakukan perjalanan. Teknologi yang digunakan kali ini pun beragam, tidak hanya mengandalkan teknologi selular seperti GSM dan CDMA, tapi meluas dengan pemanfaatan teknologi GPS, RFID, dan WiFi. Hasil perekaman aktivitas ini nantinya akan membantu pengguna mendapatkan apa yang dibutuhkan pada setiap waktu. Sebagai contoh, saat masuk ke ruang meeting, handphone kita akan langsung berubah menjadi voice mail. Atau ketika kita masuk ke sebuah arena eksebisi, handphone kita akan langsung dikirimi direktori atau jadwal pameran dan event yang tersedia.

Topik-topik di atas memang sudah lama jadi bahan pembicaraan di kalangan pengembang teknologi. Artinya ini sebenarnya memang bukan teknologi baru. Tapi itu memang bukan inti dari pengumuman IBM tentang kelima inovasi tersebut. Buat saya, pernyataan IBM ini memberikan optimisme bahwa teknologi yang tadinya hanya tersedia di tataran akademis atau praktisi teknologi dan harus dibuat dengan susah payah ketika ingin mengimplementasikan, maka kini teknologi-teknologi tersebut akan lebih banyak tersedia dan bisa didapat dengan lebih mudah.

Topik di atas saya dapat ketika membaca artikel dengan topik yang sama di suarasurabaya.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: