Downloadable Knowledges

Teman-teman saya di kantor rata-rata sangat suka baca. Dan karena kantor kami adalah perusahaan IT, akses internet tentulah selalu ada. Nah, kalau hobi membaca ditambah dengan akses internet, hasilnya tentu adalah tiada hari tanpa download bacaan. Mulai dari artikel, journal, ebook, bahkan audiobook (yang ini jelas bukan bacaan, ya🙂. Ratusan judul ebook dibrowsing sama teman-teman saya tiap hari dari berbagai situs dan software downloader di komputer mereka hampir tidak pernah berhenti menarik data-data digital dari ranah maya. Kecuali mungkin kalau sudah akhir bulan dan kuota speedy kami sudah hampir habis🙂

Internet memang teknologi luar biasa yang memacu pesat penyebaran informasi. Mulai dari yang legal sampai ke produk-produk hasil kreatifitas teman-teman dunia IT. Dengan usaha tertentu, semua bisa dengan mudah didapat.

Our traditional search engines find around one billion documents. Altogether there are 550 billion documents in the Internet iceberg. In the concealed network a response is only obtained if a direct question is asked. Special search engines are used for that purpose. It is with these tools that terrorists and other criminals can gather information in the concealed network. And it is here that society and companies have stored their sensitive information.
(http://www.foi.se/)

It’s not about the gun. But the man behind the gun. Internet sebagai gudang informasi kini menjadi pisau bermata ganda. Di satu sisi, keberadaan jendela dunia ini mempermudah kita untuk memperoleh informasi yang kita inginkan. Ingin tahu tentang arti sebuah istilah, tinggal buka wikipedia. Ingin tahu segala hal yang berkaitan dengan sebuah peristiwa tinggal search di google. Bahkan ketika teman saya menanyakan terjemahan suatu kalimat, saya menemukannya dengan mudah pada first result di mesin pencari populer itu.

Namun sayangnya, di sisi lain, informasi yang tersedia bebas di internet akhirnya memancing juga minat orang untuk berbuat jahat. Fraud kartu kredit sudah bukan cerita baru dan petunjuk cracking atau hacking pun tersebar di internet. Yang terbaru mungkin kasus stalker alias penguntit orang yang mengetahui kebiasaan korbannya dari blog atau jurnal si korban. Sampai ke yang paling sederhana untuk mencari sasaran marketing, mencari profil-profil orang sampai cuma sekedar mencari alamat email untuk dikirimi iklan. Tapi yang terakhir itu mungkin juga bukan kejahatan. Namanya juga sama-sama cari makan.

Anyway, buat yang sudah bertahun-tahun akrab dengan dunia maya tentu sudah punya sekian banyak jurus untuk menghindar dari tersebarnya informasi pribadi yang bisa merugikan diri sendiri. Nah, para newbies-lah yang sekarang perlu banyak berhati-hati. Jangan sampai informasi pribadi atau mungkin karya cipta pribadinyanya terpublish sembarangan sehingga dapat didownload dan dimanfaatkan dengan mudah oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Kecuali kalau anda berjiwa open source atau berprinsip bahwa hak cipta adalah milik Allah dan ilmu itu milik semua orang🙂 Pilihan terakhir tersebut tentunya akan lebih terlihat lebih mulia. Tinggal menemukan caranya mengelola agar kita tetap dapat mendapat keuntungan dari usaha-usaha yang sudah kita lakukan.

4 Komentar to “Downloadable Knowledges”

  1. Nah, sekarang saya tinggal nunggu Rinto bikin posting ttg gimana caranya menjaga keamanan diri ktk melanglang di dunia maya*.

    apakah betul ndak baik publish tanggal lahir. kenapa? bagaimana dg publish nama lengkap, email atau alamat darat.

    * = ha? dunia Maya?🙂

  2. Google pernah bikin heboh ketika meluncurkan fitur yang memungkinkan seseorang memasukkan nama orang lain untuk memunculkan nomor telepon, alamat lengkap, bahkan peta rumahnya! Semua orang merasa Google telah mempublish data pribadi dan personal. Tapi tahukah kita, ternyata data2 semacam itu adalah data publik yang selama ini juga tersedia di salah satu biro pemerintahan Amerika (lupa namanya), dan boleh dilihat oleh siapa pun yang meminta?! Hanya karena tiba2 data itu sangat mudah didapatkan, baru orang menyadari implikasinya.

    Jadi… data apa saja yang bukan termasuk data publik? Apakah kita sudah yakin bahwa yang selama ini kita anggap milik kita pribadi ternyata adalah milik publik?

  3. Anyway, tentang ini: “It’s not about the gun. But the man behind the gun.”

    Emang siapa se orang di belakang saya? dan kok tega2nya bilang ini bukan tentang saya?

    -GUNtar-

  4. Identifikasi terhadap entitas seseorang tidak bisa hanya dari nama saja. Karena bisa saja ada beberapa orang memiliki nama yang sama. Apalagi kalau namanya pasaran seperti Agus Salim, Abdul Kholik, dst. Bahkan nama seunik Guntar pun ada kembarannya🙂
    Sehingga diperlukan atribut lain untuk membuat identitas seseorang menjadi lebih unik. Atribut nama dipasangkan dengan alamat atau nomor telepon, misalnya. Tapi kedua atribut itu pun sekarang menjadi kurang bisa diandalkan karena orang begitu mudah pindah rumah atau ganti nomor telepon. Akhirnya dipakailah atribut yang tidak akan mungkin berubah dari setiap orang, seperti tanggal lahir dan nama ibu kandung yang sudah banyak dipakai oleh bank maupun operator telepon.
    Itulah kenapa kita tidak boleh sembarangan mempublikasikan identitas kita itu. Karena bisa dimanfaatkan orang untuk kejahatan.
    Alamat email juga akan lebih bijaksana kalau tidak disebarluaskan karena anda akan menjadi sasaran empuk spammers yang doyan mengirimkan email-email nggak jelas.
    CMIIW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: