Pelajaran Enterpreneurship dari Nabi

Dari http://www.cybermq.com/mqfm/detail_oase.php?id=8&noid=3 disalin dan diberi judul baru

Salah satu hadis riwayat Abu Dawud, Nasai, dan Tirmidzi, dikisahkan bahwa seorang laki-laki dari golongan Anshor datang menghadap Rasulullah saw. Dia memohon agar Rasulullah saw memberinya sesuatu untuk dimakan. ”Memang kamu tidak mempunyai sesuatu di rumah?” tanya Rasulullah.

”Tentu saja ada wahai Rasulullah. Saya masih mempunyai sehelai kain yang sebagiannya kami pakai dan sebagian lainnya kami hamparkan, serta sebuah gelas besar tempat kami minum air,” jawab laki-laki itu.

Nabi kemudian menyuruhnya membawa dan memperlihatkan barang-barang itu kepadanya. Si laki-laki Anshor itu lalu membawa barang itu dan menyerahkannya pada nabi. ”Siapa yang akan membeli barang-barang ini?” kata nabi. Seorang laki-laki berkata, ”Aku berani dengan harga satu dirham.”

Rasulullah menimpali, ”Siapa yang akan menambah lebih dari satu dirham?” Seorang laki-laki berkata, ”Aku mengambilnya dengan harga dua dirham.” Nabi kemudian memberikan dua barang itu kepada penawar terakhir dan mengambil dua dirham itu, lalu memberikannya kepada lelaki Anshor tersebut. ”Belikan makanan dengan salah satu dari dua dirham ini lalu berikan kepada keluargamu, dan belikan sebuah kapak dengan satu dirham lainnya kemudian bawalah kapak tersebut kepadaku.”

Si laki-laki Anshor itu pun bergegas melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah saw. Dia menyerahkan kapak yang baru dibelinya kepada Rasulullah saw. Setelah itu, Rasulullah saw memberikan pegangannya, lalu bersabda, ”Pergi dan carilah kayu bakar, kemudian juallah. Aku tidak ingin sama sekali melihatmu selama lima belas hari.”

Setelah mengerjakan perintah Rasulullah saw itu, datanglah laki-laki Anshor itu membawa 10 dirham kemudian membeli makanan dengan sebagian dari uang itu. Rasulullah bersabda, ”Ini lebih baik daripada kamu meminta-minta karena hal itu hanya akan menjadikan noda di wajahmu pada hari kiamat nanti.”

15 Komentar to “Pelajaran Enterpreneurship dari Nabi”

  1. Kaya’nya itu self-employed deh… bukan entrepreneur.🙂 Tapi contoh entrepreneur memang banyak di jaman Rasulullah. Dengar-dengar 7 dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga adalah pengusaha… Benar kah?

    Bila memang benar, maka wajar. Bukankah orang yang paling bernilai di sisi Allah adalah orang yang paling membawa manfaat buat sekitarnya? (Harus bertaqwa juga donk…) Entrepreneur tidak hanya membawa manfaat bagi karyawannya, tapi juga memberi value pada masyarakat dengan menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan…

  2. Yup. Maksudnya memang semangat enterpreneurship itu kan datangnya dari semangat untuk tidak mau tergantung dari orang lain alias nggak mau jadi karyawan alias self-employed juga. Mungkin bisa saja kalau cerita itu diteruskan kita akan mendapati si orang Anshor itu akhirnya akan jadi pengusaha sukses karena dia akhirnya menyadari kalau jadi pengusaha itu ternyata asik juga, ya🙂 Lebih asik daripada jadi peminta-minta.

  3. Maaf nih.. salam kenal aja
    Mas mbak udah pernah denger http://www.mediamuslim.info ??
    jika belum, yuk kunjungi http://www.mediamuslim.info sekarang juga….

    ooh ya… silahkan kalau berkenan menambahkan link tersebut pada situs ini ( http://www.mediamuslim.info dan lainnya ). Terima Kasih Banyak. semoga kami menjadi referensi yang menyenangkan bagi anda

  4. Luar biasaaa, mari kita berdayakan masyarakat dhuafa kita….

  5. luar biasaa, Ayo kita berdayakan masyarakat dhuafa

  6. Pagi tadi Ciputra berdiskusi di kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat, dia menekankan pentingnya enterpreneurship dalam negara kita.

    Negara kita kaya sumberdaya alam, tapi pengangguran banyak. sarjana menganggur tiap hari bertambah. Sekolah berorientasi jadi pegawai bukan jadi pengusaha. Kita butuh 2% saja dari jumlah penduduk yang jadi enterpreneur. Sekarang baru 400.000 dari 200 juta-an. Kita butuh 4 juta enterpreneur bila kita ingin jadi negara yang maju.

    Perguruan Tinggi kita baru mengajarkan proses pembuatan barang, belum bagaimana menjdikan barang tersebut bernilai ekonomis, dapat diperdagangkan.

    Sistem pendidikan kita masih menggunakan sistem penjajah, yang menyiapkan peserta didik jadi pegawai, bukan enterpreneur.

    Demikian kira-kira ringkasan pemaparannya. Barang kali ini bisa menjadi bahan dalam rangka mengamalkan hadis nabi tuntutlah ilmu kenegeri cina, karena ke cina mahal dan jauh, cukup menuntut ilmu ke orang cina yang didekat kita.

    Wasalam.
    jakarta, 17-4-2008

  7. beberapa minggu lalu di koran tempo ada ulasan tentang kabupaten musi banyuasin (muba) di sumatera selatan. ceritanya dulu masyarakat muba dikenal sebagai orang2 yg bodoh dan terbelakang. sampai2 banyak orang muba yg malu mengaku berasal dari daerah sana. hingga pimpinan daerah yg sekarang ini membuat beberapa gebrakan yg mengubah semuanya. saya agak lupa namanya. entah ini untuk promosi pilkada atau bukan, yg jelas cerita tentang apa yg berhasil dia buat untuk perubahan tersebut menurut saya memang luar biasa. pertama, dia fokus untuk memajukan pendidikan. bayangkan, saat apbd hanya 300 milyar, dia berani menganggarkan untuk pendidikan sebesar 40% yg alhamdulillah dikabulkan jg oleh dprd setempat. sekolah gratis diupayakan dan fasilitas pendidikan benar2 ditingkatkan. hasilnya, saat tulisan itu dibuat, di muba sudah ada sekolah unggulan yg bahkan juga terbaik untuk ukuran daerah lain di luar muba. dan banyak lagi prestasi lainnya seperti peningkatan kesehatan dll. saya akhirnya berharap, kalau saja seluruh pimpinan daerah di indonesia memiliki komitmen seperti itu, kualitas masyarakat indonesia tentu akan meningkat.

  8. Assalamu’alaikum
    jadi pengen juga belajar enterpreneurship, biar gak jadi pegawai terus selamanya.Mendingan jadi pengusaha tapi yang bertaqwa biar banyak amalnya,Aaaamiin…..

    Wassalam

  9. Hello semuanya…….

    pa kabar nih?
    saya Andhika,orang tanah pasundan asli! umur saya 20 tahu. kuliah di STIE EKUITAS bandung jurusan manajemen.

    saya tertarik banget dengan dunia wirausaha/Entrepreneur.

    kira-kira ada yang bisa kasih saya tantangan seputar mengaplikasi ilmu-ilmu entrepreneurship?

    kasih jawaban juga dengan tips-tips menjadi seorang wirausaha yang baik dan benar…

    jawabannya bisa di e-mail aja ke : http://www.kurapika_wp@yahoo.co.id

    terima kasih banyak ya

  10. butuh bahan buat jadi moderator seminar ttg enterpreneurship buat istri,,,,,,,thx a lot

  11. wah saya sangat mendukung sekali, karena sayang sekali nilai-nilai sda yang terkandung di Indonesia sangat luar biasa banyaknya dan dibutuhkan tangan2 enterpreneurship untuk mengembangkannya…
    saya lgi ingin merintis usaha, saya mau taw untuk komunitas wirausahawan muda dimana ya…?
    saya domisili di Jaksel..mohon informasinya kirim ke email saya : palaiya87@yahoo.com
    thanxs

  12. iffah (menjauhkan diri dari sifat meminta2, alangkah malunya kita sepanjang jalan yang kita lewati, kita temui saudara2 kita meminta2 di lampu merah, di persimpangan jalan, di pasar2. mereka berjilbab an menggendong anaknya. Apa yang ada dalam benak kita ketika melihat fenomena tersebut?
    jika saya yang melihat….
    saya sangat merasa malu karena belum ada yang bisa saya distribusikan kepada mereka. karena apa? saya belum jadi pengusaha. benarkah?????
    bantuan apa si yang mereka butuhkan sebenarnya?

  13. sebuah riwayat yang bagus dan menyemangati, saya izin copas yah🙂

  14. sebuah riwayat yang bagus dan menyemangati kita, saya izin copas ya😀

  15. Subhanallah, sebuah pelajaran yang sangat bagus, izin copy ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: