Rinto's Journal

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘linux’

Menginstall PHP GD Library di Ubuntu untuk Membuat Graph & Chart

In Tak Berkategori on 6 Februari 2009 at 2:41 pm

Untuk bisa membuat graph dan chart atau manipulasi gambar menggunakan PHP dibutuhkan library GD yang tidak selalu ikut terinstal saat kita menginstall PHP. Kalau kita menggunakan Ubuntu atau keluarga Debian lainnya, kita bisa menginstall GD library ini dengan mengetikkan perintah :

sudo apt-get install php5-gd

setelah instalasi selesai jangan lupa untuk merestart Apache dengan perintah :

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Selesai. Ada atau tidaknya GD bisa dilihat menggunakan script PHP yang berisi fungsi :

phpinfo()

That’s all.

Dual Head, Dual Monitor di Ubuntu

In Tak Berkategori on 22 Januari 2009 at 10:12 pm

Salah satu fitur favorit saya di Windows adalah kemudahannya ‘memanjangkan’ desktop jika kita memiliki lebih dari satu vga output seperti pada laptop. Tinggal klik kanan di desktop untuk kemudian mengubah pengaturan di bagian Setting. Oleh karenanya saya sempat kecewa dengan sulitnya melakukan hal yang sama di Ubuntu. Sejak menginstal Ubuntu 7.04 setengah mati saya mencari tutorial untuk extended desktop tersebut sampai merasakan kesulitan dalam mengedit beberapa konfigurasi secara manual. Untungnya baru-baru ini saya akhirnya menemukan. Ternyata Ubuntu sekarang telah dilengkapi tools untuk membuat desktop dapat dinikmata di lebih dari satu monitor. Nama tools tersebut adalah displayconfig-gtk yang untungnya lagi sudah menggunakan GUI atau sudah ada tampilan untuk menggunakannya. Tidak harus bersusah payah melakukannya di Terminal. Nah, jadi sekarang untuk membuat dual head (istilah penggunaan dua monitor di linux) tinggal ketik di Terminal :

gksu displayconfig-gtk

atau dibuat shortcutnya di Main Menu ataupun di mana saja kita suka. Parameter gksu di depan perintah tersebut tentu agar tools tersebut langsung tampil dan tidak lagi membuka Terminal. Terakhir, jika ternyata di Ubuntu Anda tidak ada tools displayconfig-gtk Anda bisa menginstallnya dulu :

sudo apt-get install displayconfig-gtk

Menginstal Joomla

In teknologi informasi on 16 Januari 2009 at 8:14 am

Joomla saat ini bisa jadi merupakan framework CMS yang paling banyak digunakan. Tidak hanya karena proses instalasi yang mudah juga dalam hal penggunaan yang tidak menuntut penggunanya untuk memiliki kemampuan pemrograman sama sekali. Persis seperti kita menggunakan aplikasi biasa. Terlebih lagi di banyak layanan hosting murah meriah sekalipun yang sekarang sudah sangat mudah kita jumpai, instalasi Joomla semakin dipermudah dengan disediakannya fasilitas instalasi otomatis. Namun demikian, pada kenyataannya instalasi Joomla memang benar-benar sangat mudah. Read the rest of this entry »

PHP dan MS SQL di Ubuntu

In Tak Berkategori on 15 Januari 2009 at 3:44 pm

Menambahkan library PHP di Ubuntu agar dapat mengakses server MS SQL caranya mudah. Cukup ketik :

$ sudo apt-get install php5-sybase

Setelah instalasi selesai maka fungsi-fungsi PHP untuk mengakses server MS SQL dapat digunakan, seperti :

mssql_connect
mssql_select_db
mssql_query
mssql_result
dll

Sybase merupakan modul server MS SQL untuk PHP. Paket ini menyediakan modul koneksi database Microsoft SQL Server dan Sybase secara langsung dari skrip PHP. Modul ini juga memuat modul pd0_dblib untuk digunakan bersama dengan PHP Data Object extension.

Font Windows di Ubuntu

In Tak Berkategori on 29 April 2008 at 10:28 am

Ketika pertama menggunakan Ubuntu, awalnya saya agak merasa aneh melihat website-website yang saya buka. Tidak seperti ketika di Windows, tampilannya seperti kurang indah dan kurang proporsional. Setelah diamati barulah saya sadar kalau website-website tersebut memang didesain menggunakan font-font yang biasa ada di Windows seperti Arial, Verdana, dll dan tentunya tidak ada di Linux karena mereka adalah milik Windows. Walaupun begitu, untungnya sekarang sudah ada orang yang membuat software untuk menginstall font-font standar Windows tersebut. Selain itu juga kita bisa juga menambahkan font-font Windows yang lain yang berformat standar TTF (True Type Fonts).

Untuk menginstall font standar Windows menggunakan command line (terminal) :

apt-get install msttcorefonts

Setelah itu font-font tersebut sudah bisa langsung digunakan. Sementara itu jika kita punya font-font TTF yang lain kita juga bisa menginstallnya dengan membuka file browser, misalnya Nautilus, sebagai administrator. Kemudian ketik address:

fonts:///

Perintah tersebut akan membuka folder penyimpanan font seperti C:\Windows\Fonts kalau di Windows. Untuk menginstall, file-file TTF tinggal dikopi ke folder tersebut.

Install Software Mudah di Ubuntu

In Tak Berkategori on 29 April 2008 at 9:51 am

Sebagai sistem operasi yang awalnya (sepertinya juga masih sampai sekarang) lebih banyak dipakai untuk server, wajar jika Linux (Ubuntu) lebih optimal / lebih mudah digunakan jika terhubung dengan koneksi internet. Dulu mungkin ini hambatan. Tapi sekarang ini koneksi internet berkecepatan tinggi (broadband) sudah masuk ke rumah-rumah bahkan bisa dibawa ke mana-mana oleh siapa saja. Merekomendasikan koneksi internet untuk penggunaan Ubuntu sepertinya sudah tidak akan menyulitkan lagi. Bukannya apa-apa, berbeda dengan Windows yang dibuat oleh satu perusahaan, Ubuntu dari keluarga Linux dibangun secara keroyokan oleh banyak orang maupun kelompok tidak hanya untuk sistem intinya saja tapi juga software-software pendukungnya (termasuk tampilan desktop sampai file browser semua adalah aplikasi-aplikasi tersendiri). Akhirnya dibuatlah suatu tempat khusus di internet untuk menyimpan hampir seluruh karya mereka agar mudah diakses semua orang. Tempat atau server yang istilahnya repository ini disediakan tidak hanya di satu tempat tapi juga di tempat-tempat lain yang ikut menyimpan kopinya, termasuk di beberapa tempat di Indonesia. Dengan demikian, menginstall software di Linux, terutama Ubuntu dari keluarga Debian yang sudah pernah saya coba menjadi mudah. Tidak perlu cari-cari CD atau download, mengkopi dan menjalankannya. Tapi cukup sebaris perintah di command prompt (terminal) :

apt-get install namasoftware

Cukup itu saja. Software akan langsung terinstall dan jika membutuhkan software pendukung lainnya dia juga akan langsung menawarkan untuk sekaligus menginstallnya.

Windows di dalam Linux

In Tak Berkategori on 28 April 2008 at 5:20 pm

Setidaknya ada dua aplikasi untuk yang sudah ingin migrasi ke Linux tapi belum bisa meninggalkan aplikasi-aplikasi Windows. Yang pertama adalah VMWare atau VirtualBox dan yang kedua adalah Wine. VMWare (Virtual Machine) atau VirtualBox, seperti namanya adalah aplikasi yang di dalamnya seakan-akan ada komputer dan sistem operasi yang berjalan sendiri. Jadi untuk dapat menjalankan program-program Windows di situ kita harus menginstall Windows terlebih dahulu. Persis seperti kalau kita menginstall Windows di komputer yang masih kosong. Setelah Windows terinstall, program dapat diakses dengan menjalankan lebih dulu VMWare atau VirtualBox di Linux. Setelah itu menjalankan Windows yang nanti akan loading persis seperti kita menyalakan komputer. Kemudian kita akan benar-benar dapat masuk ke Windows yang sebenarnya dia berjalan di dalam Linux. Sementara itu Wine atau Windows Emulator bekerja dengan lebih sederhana. Setelah Wine terinstall, kita dapat menjalankan aplikasi Windows dengan langsung mengklik dua kali seperti dalam Windows. Termasuk installer, dia juga akan langsung melakukan instalasi seakan-akan terinstall di Linux. Jadi menggunakan Wine, menjalankan aplikasi berbasis Windows di Linux akan serasa menjalankan aplikasi tersebut di Windows. Read the rest of this entry »

Ubuntu Memang Sakti

In Tak Berkategori on 19 April 2008 at 9:08 pm

Saya masih ingat sekali saat beberapa tahun yang lalu ketika masih kuliah mencoba untuk menginstall Linux di komputer pribadi (PC). Red Hat saat itu adalah salah satu distro Linux yang termudah untuk diinstall. Tapi kenyataannya, untuk ukuran orang yang sudah familiar dengan komputer sekalipun saya dan beberapa teman ternyata juga masih kesulitan untuk menginstallnya. Apa lagi kalau harus menginstall server dengan distro Debian misalnya. Hampir semuanya dikerjakan dengan berbasis perintah teks (command line). Bisa terbayang berapa banyak referensi yang harus dihafal hanya untuk menginstall berbagai macam hardware dan setting komputer dengan benar. Bahkan hanya untuk memasang dan menggunakan flash disk atau CD-ROM saja harus dilakukan beberapa prosedur dengan benar. Read the rest of this entry »