Rinto's Journal

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘komputer’

SMS Gateway dengan Gammu, Nokia 6610 dan kabel CA-42

In Tak Berkategori on 20 Maret 2009 at 9:30 am

Membuat SMS Gateway atau aplikasi yang bisa mengirim dan menerima SMS secara otomatis sekarang menjadi lebih mudah. Sebuah aplikasi open source dan gratis bernama Gammu dapat digunakan untuk mengirimkan email melalui modem GSM ataupun HP biasa dan juga mengakses Inbox untuk mengambil SMS yang masuk ke modem atau HP tersebut. Gammu mendukung banyak tipe HP yang didominasi oleh merk Nokia, kemudian ada juga Siemens dan ada juga yang sudah membuktikan sukses menggunakan modem GSM khusus SMS untuk kapasitas besar seperti Itegno. Saya baru saja memasang satu unit SMS Gateway ini menggunakan Gammu dan Nokia 6610i menggunakan kabel CA-42 di Windows XP. Karena Gammu membutuhkan MySQL maka saya menginstall juga WAMP yang mudah penggunaannya.
Read the rest of this entry »

Query untuk Mencari Data yang Dobel di Database

In Tak Berkategori on 28 Januari 2009 at 4:28 pm

Untuk mencari data yang dobel dalam sebuah database kita bisa menggunakan sebuah query sederhana yang bisa kita implementasikan antara lain di MySQL dan MS SQL (saya belum pernah menggunakan database lain seperti Oracle, atau PostgreSQL yang juga banyak digunakan orang).

Sebagai contoh, saya memiliki sebuah tabel berisi data buku perpustakaan bernama tblBuku dengan field JudulBuku, NomorRegistrasi dan TanggalMasuk. Suatu ketika terjadi kesalahan pengisian data sehingga ada banyak data dengan JudulBuku yang sama atau NomorRegistrasi yang sama. Untuk menemukan data yang terinput lebih dari sekali tersebut kita menggunakan query berikut ini :

SELECT JudulBuku, COUNT(*)
FROM tblBuku
GROUP BY JudulBuku
HAVING ( COUNT(JudulBuku) > 1 )

Read the rest of this entry »

Dual Head, Dual Monitor di Ubuntu

In Tak Berkategori on 22 Januari 2009 at 10:12 pm

Salah satu fitur favorit saya di Windows adalah kemudahannya ‘memanjangkan’ desktop jika kita memiliki lebih dari satu vga output seperti pada laptop. Tinggal klik kanan di desktop untuk kemudian mengubah pengaturan di bagian Setting. Oleh karenanya saya sempat kecewa dengan sulitnya melakukan hal yang sama di Ubuntu. Sejak menginstal Ubuntu 7.04 setengah mati saya mencari tutorial untuk extended desktop tersebut sampai merasakan kesulitan dalam mengedit beberapa konfigurasi secara manual. Untungnya baru-baru ini saya akhirnya menemukan. Ternyata Ubuntu sekarang telah dilengkapi tools untuk membuat desktop dapat dinikmata di lebih dari satu monitor. Nama tools tersebut adalah displayconfig-gtk yang untungnya lagi sudah menggunakan GUI atau sudah ada tampilan untuk menggunakannya. Tidak harus bersusah payah melakukannya di Terminal. Nah, jadi sekarang untuk membuat dual head (istilah penggunaan dua monitor di linux) tinggal ketik di Terminal :

gksu displayconfig-gtk

atau dibuat shortcutnya di Main Menu ataupun di mana saja kita suka. Parameter gksu di depan perintah tersebut tentu agar tools tersebut langsung tampil dan tidak lagi membuka Terminal. Terakhir, jika ternyata di Ubuntu Anda tidak ada tools displayconfig-gtk Anda bisa menginstallnya dulu :

sudo apt-get install displayconfig-gtk

Menginstal Joomla

In teknologi informasi on 16 Januari 2009 at 8:14 am

Joomla saat ini bisa jadi merupakan framework CMS yang paling banyak digunakan. Tidak hanya karena proses instalasi yang mudah juga dalam hal penggunaan yang tidak menuntut penggunanya untuk memiliki kemampuan pemrograman sama sekali. Persis seperti kita menggunakan aplikasi biasa. Terlebih lagi di banyak layanan hosting murah meriah sekalipun yang sekarang sudah sangat mudah kita jumpai, instalasi Joomla semakin dipermudah dengan disediakannya fasilitas instalasi otomatis. Namun demikian, pada kenyataannya instalasi Joomla memang benar-benar sangat mudah. Read the rest of this entry »

PHP dan MS SQL di Ubuntu

In Tak Berkategori on 15 Januari 2009 at 3:44 pm

Menambahkan library PHP di Ubuntu agar dapat mengakses server MS SQL caranya mudah. Cukup ketik :

$ sudo apt-get install php5-sybase

Setelah instalasi selesai maka fungsi-fungsi PHP untuk mengakses server MS SQL dapat digunakan, seperti :

mssql_connect
mssql_select_db
mssql_query
mssql_result
dll

Sybase merupakan modul server MS SQL untuk PHP. Paket ini menyediakan modul koneksi database Microsoft SQL Server dan Sybase secara langsung dari skrip PHP. Modul ini juga memuat modul pd0_dblib untuk digunakan bersama dengan PHP Data Object extension.

Font Windows di Ubuntu

In Tak Berkategori on 29 April 2008 at 10:28 am

Ketika pertama menggunakan Ubuntu, awalnya saya agak merasa aneh melihat website-website yang saya buka. Tidak seperti ketika di Windows, tampilannya seperti kurang indah dan kurang proporsional. Setelah diamati barulah saya sadar kalau website-website tersebut memang didesain menggunakan font-font yang biasa ada di Windows seperti Arial, Verdana, dll dan tentunya tidak ada di Linux karena mereka adalah milik Windows. Walaupun begitu, untungnya sekarang sudah ada orang yang membuat software untuk menginstall font-font standar Windows tersebut. Selain itu juga kita bisa juga menambahkan font-font Windows yang lain yang berformat standar TTF (True Type Fonts).

Untuk menginstall font standar Windows menggunakan command line (terminal) :

apt-get install msttcorefonts

Setelah itu font-font tersebut sudah bisa langsung digunakan. Sementara itu jika kita punya font-font TTF yang lain kita juga bisa menginstallnya dengan membuka file browser, misalnya Nautilus, sebagai administrator. Kemudian ketik address:

fonts:///

Perintah tersebut akan membuka folder penyimpanan font seperti C:\Windows\Fonts kalau di Windows. Untuk menginstall, file-file TTF tinggal dikopi ke folder tersebut.

Install Software Mudah di Ubuntu

In Tak Berkategori on 29 April 2008 at 9:51 am

Sebagai sistem operasi yang awalnya (sepertinya juga masih sampai sekarang) lebih banyak dipakai untuk server, wajar jika Linux (Ubuntu) lebih optimal / lebih mudah digunakan jika terhubung dengan koneksi internet. Dulu mungkin ini hambatan. Tapi sekarang ini koneksi internet berkecepatan tinggi (broadband) sudah masuk ke rumah-rumah bahkan bisa dibawa ke mana-mana oleh siapa saja. Merekomendasikan koneksi internet untuk penggunaan Ubuntu sepertinya sudah tidak akan menyulitkan lagi. Bukannya apa-apa, berbeda dengan Windows yang dibuat oleh satu perusahaan, Ubuntu dari keluarga Linux dibangun secara keroyokan oleh banyak orang maupun kelompok tidak hanya untuk sistem intinya saja tapi juga software-software pendukungnya (termasuk tampilan desktop sampai file browser semua adalah aplikasi-aplikasi tersendiri). Akhirnya dibuatlah suatu tempat khusus di internet untuk menyimpan hampir seluruh karya mereka agar mudah diakses semua orang. Tempat atau server yang istilahnya repository ini disediakan tidak hanya di satu tempat tapi juga di tempat-tempat lain yang ikut menyimpan kopinya, termasuk di beberapa tempat di Indonesia. Dengan demikian, menginstall software di Linux, terutama Ubuntu dari keluarga Debian yang sudah pernah saya coba menjadi mudah. Tidak perlu cari-cari CD atau download, mengkopi dan menjalankannya. Tapi cukup sebaris perintah di command prompt (terminal) :

apt-get install namasoftware

Cukup itu saja. Software akan langsung terinstall dan jika membutuhkan software pendukung lainnya dia juga akan langsung menawarkan untuk sekaligus menginstallnya.

Windows di dalam Linux

In Tak Berkategori on 28 April 2008 at 5:20 pm

Setidaknya ada dua aplikasi untuk yang sudah ingin migrasi ke Linux tapi belum bisa meninggalkan aplikasi-aplikasi Windows. Yang pertama adalah VMWare atau VirtualBox dan yang kedua adalah Wine. VMWare (Virtual Machine) atau VirtualBox, seperti namanya adalah aplikasi yang di dalamnya seakan-akan ada komputer dan sistem operasi yang berjalan sendiri. Jadi untuk dapat menjalankan program-program Windows di situ kita harus menginstall Windows terlebih dahulu. Persis seperti kalau kita menginstall Windows di komputer yang masih kosong. Setelah Windows terinstall, program dapat diakses dengan menjalankan lebih dulu VMWare atau VirtualBox di Linux. Setelah itu menjalankan Windows yang nanti akan loading persis seperti kita menyalakan komputer. Kemudian kita akan benar-benar dapat masuk ke Windows yang sebenarnya dia berjalan di dalam Linux. Sementara itu Wine atau Windows Emulator bekerja dengan lebih sederhana. Setelah Wine terinstall, kita dapat menjalankan aplikasi Windows dengan langsung mengklik dua kali seperti dalam Windows. Termasuk installer, dia juga akan langsung melakukan instalasi seakan-akan terinstall di Linux. Jadi menggunakan Wine, menjalankan aplikasi berbasis Windows di Linux akan serasa menjalankan aplikasi tersebut di Windows. Read the rest of this entry »

Virtual Private Network (VPN), LAN Virtual Antara Kantor dan Luar Kantor

In Tak Berkategori on 19 April 2008 at 11:22 pm

Sekarang ini meskipun telah dibekali laptop oleh kantor saya tidak banyak menyimpan file yang berhubungan dengan pekerjaan di laptop saya. Selain alasan keamanan data, saya juga mengantisipasi jika tiba-tiba harus menggunakan komputer lain di kantor untuk bekerja. Semua file yang butuhkan untuk bekerja akhirnya saya simpan di server penyimpan file yang ada di kantor. Server tersebut diset menggunakan IP lokal sehingga hanya bisa diakses oleh komputer-komputer yang ada di kantor. Sekali lagi tentu alasan keamanan data dan tentunya karena memang file-file hanya tersebut hanya dibutuhkan oleh orang-orang kantor di kantor. Hanya saja pada praktiknya, saya harus pergi ke lapangan atau suatu saat harus bekerja di rumah seperti sekarang ini. Padahal saya tetap harus bisa mengakses file-file yang saya simpan di kantor. Dan akses satu-satunya antara laptop saya dengan server di kantor adalah melalui udara atau kabel alias internet. Namun sekali lagi membuat server penyimpan file di kantor menjadi bisa terakses melalui internet atau jalur umum tentu sangat berbahaya. Jadi solusinya, saya harus terhubung dulu melalui internet ke jaringan lokal di kantor sehingga menciptakan LAN atau jaringan lokal virtual antara jaringan di kantor dengan laptop yang saya gunakan. Hingga akhirnya saya dapat mengakses server penyimpan file di kantor sebagai komputer lokal sebagaimana saya berada di kantor dan terhubung langsung dengan jaringan komputer di kantor. Solusi ini bernama VPN atau Virtual Private Network alias LAN virtual yang memanfaatkan jaringan internet sebagai pengganti jaringan komputer lokal di satu lokasi. Saat ini telah banyak aplikasi yang murah hingga yang gratis untuk menciptakan layanan ini. Didukung luasnya ketersediaan internet cepat (broadband) sehingga VPN semakin mudah disediakan dan digunakan. Read the rest of this entry »

Ubuntu Memang Sakti

In Tak Berkategori on 19 April 2008 at 9:08 pm

Saya masih ingat sekali saat beberapa tahun yang lalu ketika masih kuliah mencoba untuk menginstall Linux di komputer pribadi (PC). Red Hat saat itu adalah salah satu distro Linux yang termudah untuk diinstall. Tapi kenyataannya, untuk ukuran orang yang sudah familiar dengan komputer sekalipun saya dan beberapa teman ternyata juga masih kesulitan untuk menginstallnya. Apa lagi kalau harus menginstall server dengan distro Debian misalnya. Hampir semuanya dikerjakan dengan berbasis perintah teks (command line). Bisa terbayang berapa banyak referensi yang harus dihafal hanya untuk menginstall berbagai macam hardware dan setting komputer dengan benar. Bahkan hanya untuk memasang dan menggunakan flash disk atau CD-ROM saja harus dilakukan beberapa prosedur dengan benar. Read the rest of this entry »

Shortcut Windows Explorer

In Tak Berkategori on 1 Juli 2007 at 2:41 pm

Software apa yang pertama kali kita buka begitu kita masuk Windows? Kalau buat saya sih biasanya Windows Explorer. Karena yang dilakukan pertama kali biasanya adalah mencari file yang akan dipakai untuk bekerja. Alasan lain mungkin terdengar lucu, karena saya ingin Windows Explorer ada di paling kiri di taskbar. Karena dengan demikian, kalau menurut saya, sih, akan lebih cepat mencari dan membuka Windows Explorer dari taskbar. Read the rest of this entry »

Pilihan ‘Save As…’ di Internet Explorer

In Tak Berkategori on 25 Mei 2007 at 10:35 am

Ketika kita sedang membuka sebuah halaman website di Internet Explorer, kadang kita ingin menyimpan halaman tersebut menjadi sebuah file yang dapat kita buka kembali tanpa harus online. Untuk itu kita akan mengeklik menu File dan memilih ‘Save As…’. Kemudian kita akan memilih folder tempat file tersebut ingin kita simpan, mengubah nama file jika perlu dan mengeklik OK untuk menyimpan. File tersebut akan tersimpan di folder yang kita inginkan berupa file HTML dengan nama yang kita pilih plus sebuah folder yang berisi gambar-gambar, file CSS dan JavaScript (jika ada) dari website yang kita simpan. Folder ini akan mengikuti ke manapun file tersebut dipindahkan sepanjang kita mengkopinya menggunakan antarmuka Windows. Jadi kita tidak perlu khawatir gambar-gambar dari website tersebut tidak muncul saat file yang kita simpan tersebut kita buka di komputer lain. Sangat mudah dan praktis sampai suatu saat kita membuka folder di tempat menyimpan file tersebut, katakanlah My Documents, dan ingin mencari sebuah file di salah satu folder dalam My Documents. Kita mungkin baru menyadari bahwa folder My Documents kita telah penuh folder-folder bernama panjang dan berakhiran ‘_files’ memenuhi My Documents dan membuat kita kesulitan mencari folder lain yang kita inginkan. Rupanya kita sudah terlalu banyak menyimpan file ‘Save As…’ dari Internet Explorer dan tanpa sadar file-file yang kita simpan memenuhi My Documents dengan folder-folder tambahan yang ikut tersimpan. Read the rest of this entry »

Akses FTP menggunakan Windows Explorer

In Tak Berkategori on 20 Mei 2007 at 9:50 pm

Layanan hosting biasanya menyediakan akses FTP untuk memudahkan upload file. Memang kebanyakan hosting saat ini yang menyediakan fitur cPanel juga menyediakan fasilitas File Manager yang juga mudah digunakan untuk mengupload file. Bahkan tersedia juga fitur untuk edit file dengan mudah. Hanya saja, upload file menggunakan File Manager di cPanel menjadi kurang praktis kalau harus mengupload file dalam jumlah banyak. Untuk itu akses FTP menjadi sangat vital. Read the rest of this entry »

Menggunakan Monitor Ganda

In Tak Berkategori on 19 Mei 2007 at 4:08 pm

Pingin bisa bekerja di depan komputer sambil memonitor sesuatu, pesan yang masuk atau data yang selalu berubah? Atau selalu kerepotan kalau harus copy-paste banyak data atau bekerja dengan referensi karena harus bolak-balik pindah window? Kalau punya budget untuk beli monitor baru/bekas spesifikasi rendah (paling nggak sampai 500 ribu) atau ada monitor ngganggur di rumah atau kantor, mungkin bisa mempertimbangkan ide ini. Read the rest of this entry »

Mengoptimalkan Layar Monitor

In Tak Berkategori on 19 Mei 2007 at 3:33 pm

Kata ustad, sifat zuhud atau merasa cukup itu tidak hanya dengan menahan diri untuk tidak memiliki sesuatu yang bagus. Tapi dengan memiliki yang bagus pun kita juga bisa bersikap zuhud, yaitu dengan mengoptimalkan apa yang sudah (terlanjur) kita punya. Sebelumnya saya sudah merasa cukup dengan monitor 14″ atau setidaknya 15″. Asalkan bisa memiliki resolusi 800×600 atau 1024×768. Tapi sekarang, di kantor maupun di rumah, PC saya menggunakan monitor 17″. Memang sih tidak sekali saya berangan punya monitor yang besar. Dengan itu saya bisa mendesain di Photoshop dengan enak. Kanvas berukuran besar dan tools di kanan-kiri tanpa perlu menyesaki layar. Tapi ternyata tidak hanya itu manfaat punya monitor luas. Ini juga baru saya sadari setelah beberapa bulan memakai monitor ganda di kantor. Read the rest of this entry »

Mengoptimalkan Komputer

In Tak Berkategori on 19 Mei 2007 at 2:59 pm

Entah karena irit atau memang pelit, yang jelas dulu saya sering malu kalau mau minta duit buat upgrade komputer. Akhirnya kreatifitas pun seringkali muncul untuk mengatasi keterbatasan hardware. Saat teman-teman lain sudah punya komputer berpentium-pentium, saya masih pakai 486DX4. Sewaktu sudah ada yang pakai Pentium III, saya masih pakai 166MMX. Itu juga dulu terpaksa ganti karena motherboard yang lama terbakar. Sampai hampir Tugas Akhir saya pakai itu dengan susah payah mengerjakan tugas-tugas yg berat (maksudnya berat kalau dijalankan di komputer). Read the rest of this entry »

Hosting di Komputer Pribadi

In teknologi informasi on 19 Mei 2007 at 11:26 am

Ingin hosting, tapi tidak menemukan hosting gratis yang cocok atau sewa hosting bukan pilihan? Atau cuma ingin mengetes website yang baru kita bikin, bagaimana caranya supaya teman atau mungkin klien kita ingin melihatnya? Kita bisa menggunakan komputer pribadi yang biasa kita pakai di rumah untuk berinternet, lho :) ! Read the rest of this entry »

Apa Itu Website, Hosting dan Nama Domain?

In teknologi informasi on 19 Mei 2007 at 10:21 am

Halaman-halaman web yang sedang kita lihat sekarang ini sebenarnya adalah sekumpulan file yang kita buka melalui internet menggunakan browser (misalnya Internet Explorer) di komputer kita. Mungkin kita pernah ’save as’ sebuah halaman web dan menyimpannya di komputer kita. Kemudian suatu saat kita membukanya kembali. Mengklik nama file tersebut dan tiba-tiba kita sudah bisa melihat isinya di browser, di mana di bagian address bar yang terpampang adalah alamat file di komputer kita, seperti C:\Document & Settings\… dst. Lalu bagaimana dengan halaman-halaman atau file-file yang kita buka melalui internet? Read the rest of this entry »

Trojan.Adclick lpk775.dll dan Cara Praktis Menghapus Virus

In Tak Berkategori on 30 April 2007 at 12:40 pm

Beberapa hari yang lalu saya dibikin pusing sama virus tersebut. Bayangkan saja, setiap kali menggunakan komputer, Norton Antivirus yang terinstal di komputer saya selalu menampilkan notifikasi bahwa baru saja terdeteksi virus dengan klasifikasi Trojan.Adclick dan menginfeksi sebuah file bernama lpk775.dll dan file tersebut tidak bisa dihapus ataupun dikarantina (Kalau sebuah file yang terinfeksi virus tidak bisa dibersihkan/dihapus, file tersebut akan berusaha dikarantina oleh Software Antivirus Norton alias dipindahkan ke folder lain agar tidak dapat terakses). Read the rest of this entry »

(Cukup) Selamat dari Musibah Putusnya Koneksi Internet Internasional 12/2006

In teknologi informasi on 19 Februari 2007 at 12:10 pm

Waktu itu tiba-tiba orang di kantor-kantor pada bingung, termasuk di kantor saya. Beberapa web tiba-tiba menjadi sulit diakses. Hanya website-website lokal yang lancar diakses. Setelah lihat berita, baru semua tahu kalau koneksi internet internasional baru saja putus karena gempa di Taiwan. Yang lebih mengherankan lagi, bisa jadi di kantor saya waktu itu cuma kantor saya yang internetnya terganggu untuk mengakses web di luar Indonesia. Read the rest of this entry »