Buat mobile application developer seperti saya, trik untuk mengecilkan ukuran kilobytes file gambar sangat diperlukan supaya file gambar yang digunakan dalam aplikasi tidak membuat ukuran file aplikasi menjadi terlalu besar. Saya biasanya cukup pakai software Photoshop yang bahkan dengan Photoshop 7 saja sudah cukup. Setelah membuka file gambar di Photoshop dan menyesuaikan dimensi panjang lebar gambar sesuai kebutuhan, yang dilakukan berikutnya adalah memilih menu File kemudian pilih Save for Web atau pakai shortcut Alt+Shft+Ctrl+S. Setelah itu baru memilih format gambar, apakah JPG atau PNG. Properties lain bisa diabaikan kalau masih bingung karena setting default kedua format tersebut biasanya sudah cukup membuat ukuran file menjadi lebih kecil yang angka akhir kilobytes-nya ditunjukkan di pojok kiri bawah. Puas dengan angka tersebut silakan klik Save untuk menyimpannya dengan nama yang baru. Jangan lupa pilih tipe Images only karena kita tidak butuh file html-nya. Selesai! Selamat mencoba
Mengecilkan Ukuran File Gambar dengan Photoshop
Bikin Layanan Chatting Sendiri dengan Openfire
Hampir semua kantor tempat saya pernah bekerja menggunakan layanan Instant Messenger atau chat service untuk komunikasi internal kantor. Mulai dari yang menggunakan Free Open Source Software (FOSS) seperti Openfire, layanan publik seperti Yahoo Messenger (YM) sampai layanan premium berbayar seperti OCS buatan Microsoft yang login-nya bisa terintegrasi dengan akun kantor. Komunikasi lewat media chatting memang lebih enak dan efisien. Untuk kantor yang tidak menyediakan telepon di meja tiap karyawan, apalagi perusahaan yang banyak memiliki kantor cabang. Menggunakan layanan publik yang gratis seperti YM saja karyawan sudah bisa komunikasi real-time baik dengan mode teks ataupun dengan suara alias telpon-telponan. Kantor cukup menyediakan sambungan internet berkapasitas besar, biaya telepon pun bisa ditiadakan. Ditambah lagi fitur-fitur tambahan seperti file transfer untuk bertukar berkas dengan cepat atau canvas sharing dan desktop sharing yang memudahkan kolaborasi pekerjaan. Namun menggunakan layanan publik seperti Yahoo Messenger, Google Talk (Gtalk) atau MSN tentu ada kekurangannya. Meskipun gratis, lokasi server yang di luar negeri tentu butuh langganan internet yang memadai. Internet putus, komunikasi juga ikut putus. Berbeda dengan jika kita punya layanan chatting sendiri yang servernya dipasang di intranet. Komunikasi pun tidak tergantung layanan internet. Ditambah lagi kantor yang menginginkan kerahasiaan percakapan internalnya. Pilihan menggunakan layanan chatting sendiri pun jadi lebih menarik.









