Setelah membahas shortcut di Windows, saat ini saya ingin bercerita bagaimana menggunakan shortcut di BlackBerry juga sangat mempermudah saya dalam mengoperasikan gadget buat beri hitam ini. Pertama adalah susunan ikon shortcut di layar utama. Saya menyusunnya berdasarkan aplikasi mana yang paling sering saya gunakan, yaitu dari kiri ke kanan adalah Inbox untuk semua pesan, BBM istri saya (ehmm
), SMS, buku telepon, Memo (ya, saya suka menulis banyak catatan di gadget yang selalu saya bawa ke mana-mana ini) dan terakhir adalah file manager.
Shortcut di BlackBerry Menghemat Jari Saya
Shortcut di Windows Bikin Kerja Lebih Cepat
Penggunaan shortcut, namanya juga shortcut alias jalan pintas, saya akui benar-benar bermanfaat untuk memudahkan pekerjaan di komputer. Tanpa harus bolak-balik memindahkan tangan dari keyboard ke mouse bekerja di komputer menjadi lebih cepat. Ada beberapa shortcut yang sering saya gunakan di Windows dan secara umum beberapa program memiliki shortcut key yang sama, seperti untuk Save, Close, dan semacamnya. Tapi tidak semuanya yang saya gunakan berupa shortcut keys tapi ada juga beberapa trik yang membuat saya lebih cepat mengakses atau mengoperasikan sesuatu di Windows.
Twitter di dalam Televisi
Televisi dan Internet kini makin menyatu. Maksudnya bukan mengakses internet melalui televisi, tapi kedua jenis media ini sekarang sudah mulai banyak dipadukan untuk menyajikan berita yang lebih informatif. Simak video di Youtube tentang Twitter yang dimanfaatkan oleh CNN untuk menyiarkan berita. Kemudahan konsumen berita untuk mengakses internet meningkatkan interaksi dengan televisi saat berita disajikan. Apa yang dapat disiarkan pun menjadi kaya karena sumber berita dapat diambil dari sumbangan pengguna internet di seluruh dunia melalui Twitter yang kita tahu selalu lebih cepat dari media konvensional mana pun.
Mengecilkan Ukuran File Gambar dengan Photoshop
Buat mobile application developer seperti saya, trik untuk mengecilkan ukuran kilobytes file gambar sangat diperlukan supaya file gambar yang digunakan dalam aplikasi tidak membuat ukuran file aplikasi menjadi terlalu besar. Saya biasanya cukup pakai software Photoshop yang bahkan dengan Photoshop 7 saja sudah cukup. Setelah membuka file gambar di Photoshop dan menyesuaikan dimensi panjang lebar gambar sesuai kebutuhan, yang dilakukan berikutnya adalah memilih menu File kemudian pilih Save for Web atau pakai shortcut Alt+Shft+Ctrl+S. Setelah itu baru memilih format gambar, apakah JPG atau PNG. Properties lain bisa diabaikan kalau masih bingung karena setting default kedua format tersebut biasanya sudah cukup membuat ukuran file menjadi lebih kecil yang angka akhir kilobytes-nya ditunjukkan di pojok kiri bawah. Puas dengan angka tersebut silakan klik Save untuk menyimpannya dengan nama yang baru. Jangan lupa pilih tipe Images only karena kita tidak butuh file html-nya. Selesai! Selamat mencoba
Bikin Layanan Chatting Sendiri dengan Openfire
Hampir semua kantor tempat saya pernah bekerja menggunakan layanan Instant Messenger atau chat service untuk komunikasi internal kantor. Mulai dari yang menggunakan Free Open Source Software (FOSS) seperti Openfire, layanan publik seperti Yahoo Messenger (YM) sampai layanan premium berbayar seperti OCS buatan Microsoft yang login-nya bisa terintegrasi dengan akun kantor. Komunikasi lewat media chatting memang lebih enak dan efisien. Untuk kantor yang tidak menyediakan telepon di meja tiap karyawan, apalagi perusahaan yang banyak memiliki kantor cabang. Menggunakan layanan publik yang gratis seperti YM saja karyawan sudah bisa komunikasi real-time baik dengan mode teks ataupun dengan suara alias telpon-telponan. Kantor cukup menyediakan sambungan internet berkapasitas besar, biaya telepon pun bisa ditiadakan. Ditambah lagi fitur-fitur tambahan seperti file transfer untuk bertukar berkas dengan cepat atau canvas sharing dan desktop sharing yang memudahkan kolaborasi pekerjaan. Namun menggunakan layanan publik seperti Yahoo Messenger, Google Talk (Gtalk) atau MSN tentu ada kekurangannya. Meskipun gratis, lokasi server yang di luar negeri tentu butuh langganan internet yang memadai. Internet putus, komunikasi juga ikut putus. Berbeda dengan jika kita punya layanan chatting sendiri yang servernya dipasang di intranet. Komunikasi pun tidak tergantung layanan internet. Ditambah lagi kantor yang menginginkan kerahasiaan percakapan internalnya. Pilihan menggunakan layanan chatting sendiri pun jadi lebih menarik.
Bagaimana Bentuk Ponsel Masa Depan?
Bagaimana bentuk telepon seluler (ponsel) di masa depan? Pekan lalu Nokia mendemokan sebuah ponsel fleksibel yang bisa ditekuk-tekuk seperti yang ada di artikel ini sementara itu di Youtube ada video Microsoft yang menampilkan ponsel masa depan hanya berupa lembaran kaca seukuran genggaman tangan (lihat videonya), mirip dengan yang diimpikan oleh Corning Glass yang ditampilkan di video ini.










