Ketika pertama menggunakan Ubuntu, awalnya saya agak merasa aneh melihat website-website yang saya buka. Tidak seperti ketika di Windows, tampilannya seperti kurang indah dan kurang proporsional. Setelah diamati barulah saya sadar kalau website-website tersebut memang didesain menggunakan font-font yang biasa ada di Windows seperti Arial, Verdana, dll dan tentunya tidak ada di Linux karena mereka adalah milik Windows. Walaupun begitu, untungnya sekarang sudah ada orang yang membuat software untuk menginstall font-font standar Windows tersebut. Selain itu juga kita bisa juga menambahkan font-font Windows yang lain yang berformat standar TTF (True Type Fonts).
Untuk menginstall font standar Windows menggunakan command line (terminal) :
apt-get install msttcorefonts
Setelah itu font-font tersebut sudah bisa langsung digunakan. Sementara itu jika kita punya font-font TTF yang lain kita juga bisa menginstallnya dengan membuka file browser, misalnya Nautilus, sebagai administrator. Kemudian ketik address:
fonts:///
Perintah tersebut akan membuka folder penyimpanan font seperti C:\Windows\Fonts kalau di Windows. Untuk menginstall, file-file TTF tinggal dikopi ke folder tersebut.
Lebaran di tahun 2007 atau tahun 1428 Hijriah ini lagi-lagi umat Islam di Indonesia dihadapkan pada pilihan dua hari raya Idul Fitri yang berbeda. Sebuah ormas Islam telah menetapkan sejak awal Ramadhan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 12 Oktober. Sedangkan pemerintah, meskipun baru akan mengumumkan setelah sidang Isbat tanggal 11 Oktober malam, namun kalender yang telah beredar telah ’terlanjur’ berwarna merah di tanggal 13 Oktober. Ketika tulisan ini dibuat, sidang Itsbat telah dilaksanakan tadi malam dan pemerintah telah mengumumkan bahwa hari raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 13 Oktober 2007 (seperti yang telah diperkirakan oleh hampir semua umat Islam di Indonesia). Sebelumnya saya telah sering bersu’uzon alias berburuk sangka pada pemerintah maupun orang-orang yang selalu memutuskan lebaran setelah genap 30 hari Ramadhan atau tepat di tanggal merah kalender. Karena dari yang pernah saya baca, Rasulullah hampir tidak pernah berpuasa hingga 30 hari. Tapi setelah menemukan beberapa artikel astronomi tentang hilal saya akhirnya tahu bahwa sebenarnya memang bukannya tidak mungkin ada dua pendapat jatuhnya hari raya (antara 29 atau 30 hari Ramadhan) dan dua-duanya sama-sama memiliki landasan dalil yang kuat. Bagaimana sebenarnya yang terjadi sampai bisa lahir dua pendapat yang berbeda? Apa sih hilal itu dan apa yang dilihat para pengamat hilal sampai bisa memutuskan dua pendapat yang tidak sama? 








Komentar Terbaru